Kala gersang...kala panas membakar.
Seakan segala dahaga itu hilang
Entahlah
Haruskah aku selalu merindukanmu
Aku hanya ingat kala kau datang
di waktu pagi saja.
Aku sampai lupa
kalau kau masih akan selalu ada
Aku juga tak ingin kau menghilang
Apa jadinya kalau kau hilang
Kegersangan itu pasti akan membunuhku.
Ah..
apakah aku begitu egois.
Ini puisi atau bukan ya? Ah, aku tak tahu. Yang jelas aku hanya ingin menulis apa yang terlintas di benakku saja. Karena toh aku akan selalu merindukan kehadiran embun pagi. Sebagai kesejukan di hari-hariku yang terkadang gersang.
Satu, dua, tiga...
ayo kita menulis lagi!!!
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.